Kenali Cara Kerja Sistem Rem Toyota
Sistem dalam berbagai komponen
mobil memang sangat rumit, namun hal ini tak seharusnya membuat Anda malas
mengetahui beberapa cara kerja dari berbagai komponen di dalamnya seperti
sistem pengereman.
Pertama, terdapat sistem pengereman
hydraulicatau hidraulis Secara sederhana sistem hidraulis adalah mekanisme yang
memanfaatkan tekanan zat cair atau fluida sebagai media penggerak, dalam hal
ini adalah zat cair yang digunakan adalah minyak rem.
Sehingga fungsi minyak rem sangatlah vital
karena dia berfungsi sebagai media penggerak di dalam sebuah selang atau pipa. Ketika pedal rem ditekan maka gerakan menekan
dari pedal akan dibantu dengan booster yang memanfaatkan kevakuman dari mesin
untuk menekan hydraulic pada master cylinder. Sehingga sebenarnya tekanannya bukan hanya
dari gaya yang dihasilkan ketika kaki kita menginjak pedal saja tapi juga
dibantu oleh kevakuman mesin ketika sedang menyala.
Karena itulah jangan sekali-kali melewati
turunan dalam keadaan mesin dimatikan karena jika itu dilakukan maka rem hanya
tinggal mengandalkan tekanan dari kaki kita saja. Lalu tekanan dari pedal dan booster tadi menekan master silinder, komponen
ini terletak diruang mesin tepatnya dibalik pedal (karena berhubungan langsung
dengan booster dan pedal).
Satu jalur terhubung ke rem depan kanan & belakang kiri. Satu yang lainnya adalah jalur rem depan kiri & belakang kanan.Tujuan dari pembagian kedua jalur tersebut adalah untuk mengantisipasi jika salah satu piston di master silinder mengalami kerusakan, maka yang tidak berfungsi adalah(misalkan) pada bagian depan kanan dan belakang kiri saja.
Sedangkan salah satu rem depan masih dapat berfungsi, sebagaimana kita tau bahwa kerja rem depan lebih penting dibandingkan rem belakang.Jika pembagian sirkuit atau jalur independen dibagi antara dua rem depan dan dua rem belakang, maka jika sewaktu-waktu yang mengalamai kerusakan adalah sirkuit yang mengarah ke piranti penghenti laju bagian depan maka akan wasalam, karena tinggal mengandalkan teromol bagian belakang yang daya cekramnya tidak seberapa.
Kemudian, tekanan yang dihasilkan oleh master
silinder lalu diteruskan dengan media pipa besi kecil dan selang karet.Pipa rem menyalurkan tekanan hidraulis dari
keluar master silinder hingga ke kolong mobil, lalu ketika akan menuju ke roda
maka peran pipa besi kecil tersebut digantikan oleh selang rem karet, hal
tersebut dirancang karena sifat selang karet yang fleksibel untuk mengikuti
pergerakan rem di roda(naik-turun ataupun ketika roda berbelok).
Untuk jalur pipa rem yang mengarah ke rem
belakang, terlebih dahulu melewati komponen yang bernama Proportioning Valve (P
valve), fungsinya adalah mengontrol atau menyesuaikan tekanan hydraulic pada
rem belakang agar kerja rem belakang tidak terlalu dominan.

Tidak ada komentar